Perwakilan DPMPTSP Prov. Kalteng menghadiri kegiatan Pamor Borneo Investment Forum 2026
DPMPTSP Prov. Kalteng – Banjarmasin – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Tengah (DPMPTSP Prov. Kalteng) terus memperkuat upaya promosi investasi daerah melalui partisipasi pada Pamor Borneo Investment Forum 2026 yang diselenggarakan hari Jumat (7/8/2026) di Grand Ballroom Hotel Fugo Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pamor Borneo Investment Forum 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan di Pamor Borneo dengan flagship event tahunan yang berkonsep festival dan diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan realisasi investasi dan upaya debottlenecking kendala investasi di wilayah kalimantan.
Pada forum tersebut, DPMPTSP Prov. Kalteng bersinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalteng dan Bank Indonesia Perwakilan Kalsel sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan Pamor Borneo Investment Forum 2026 yang meliputi forum investasi, seminar, hingga business matching (one on one meeting) dengan calon investor.
Dalam sesi promosi investasi, DPMPTSP Prov. Kalteng menampilkan tiga proyek investasi unggulan/IPRO (Investment Project Ready to Offer), yaitu IPRO Budidaya Udang Vaname (Shrimp Estate) di Kabupaten Sukamara, IPRO Ecotourism Kota Palangka Raya, dan IPRO Pengolahan Sampah (Waste Management) Provinsi Kalimantan Tengah. Ketiga proyek tersebut dipromosikan secara langsung kepada investor melalui pertemuan bisnis guna membuka peluang kerja sama investasi yang berkelanjutan.
Hasil business matching menunjukkan tingginya minat investor terhadap proyek-proyek unggulan Kalimantan Tengah. IPRO Budidaya Udang Vaname (Shrimp Estate) di Kabupaten Sukamara mendapat perhatian dari investor asal Cina dan Eropa. Sementara itu, IPRO Ecotourism Kota Palangka Raya, DPMPTSP Prov. Kalteng menerima kunjungan dan penjajakan dari calon investor asal Jepang dan Eropa. Selanjutnya untuk IPRO Pengolahan Sampah (Waste Management) Provinsi Kalimantan Tengah mendapat perhatian dan penjajakan dari calon investor asal Indonesia, Cina, Jepang, Switzerland, dan Irlandia yang membuka peluang tindak lanjut berupa pembahasan kerja sama investasi pada tahap berikutnya.

Plt. Kepala DPMPTSP Prov. Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa keikutsertaan pada Pamor Borneo Investment Forum 2026 merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperluas promosi investasi sekaligus memperkenalkan proyek-proyek unggulan daerah kepada investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Melalui keikutsertaan pada Pamor Borneo Investment Forum 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki berbagai peluang investasi yang prospektif dan siap ditawarkan kepada investor. Forum ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring, memperkuat komunikasi dengan calon investor, serta mendorong agar penjajakan yang telah dilakukan dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Selain mengikuti business matching, Tim DPMPTSP Prov. Kalteng juga mengikuti berbagai seminar dan diskusi yang membahas prospek ekonomi Kalimantan, strategi percepatan hilirisasi sumber daya alam, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, hingga tantangan serta peluang investasi di kawasan industri. Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Danantara.

Pada penyelenggaraan Pamor Borneo Investment Forum 2026 juga diumumkan sejumlah Letter of Intent (LoI) kerja sama investasi yang berhasil difasilitasi pada berbagai sektor, mulai dari pengolahan batu bara menjadi methanol, waduk dan pembangkit listrik tenaga air, Pengolahan Sampah, komoditas turunan minyak sawit berbasis kimia, industri budidaya perikanan terintegrasi, dan pengembangan sistem penyediaan air minum. Hal ini menunjukkan bahwa forum investasi regional mampu menjadi sarana efektif dalam mempertemukan proyek potensial dengan investor yang memiliki minat untuk berinvestasi di Pulau Kalimantan.
Melalui keikutsertaan pada Pamor Borneo Investment Forum 2026, DPMPTSP Prov. Kalteng berharap promosi investasi yang dilakukan dapat meningkatkan ketertarikan investor terhadap berbagai potensi unggulan daerah, sekaligus mendorong realisasi investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. DPMPTSP Prov. Kalteng juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada calon investor serta memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya guna mewujudkan iklim investasi yang kondusif di Provinsi Kalimantan Tengah. (DNI/Foto: PPM)







