21 Feb 2020

SUPERVISI LKPM ONLINE DARI BKPM RI

 

 KUNJUNGAN SUPERVISI LKPM ONLINE di DPMPTSP Provinsi Kalimantan Tengah dan DPMPTSP Kabupaten Pulang Pisau dari BKPM RI pada Tanggal  06 s/d 08 Februari 2020

 

Berdasarkan Surat Tugas dari BKPM RI Nomor 17/B.2/A.9/2019, tanggal 03 Februari 2020 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Tengah mendapat konfirmasi kunjungan yang akan di lakukan oleh Direktur Wilayah II Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) Ibu Rita beserta dua orang staf yang mendampingi beliau, kunjungan dilakukan di dua lokasi yaitu DPMPTSP Provinsi Kalimantan Tengah dan DPMPTSP Kabupaten Pulang Pisau, kegiatan supervisi tersebut di dampingi oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal Bapak Drs. Daldin, M.Si beserta dua orang staf.

Hasil dari supervisi yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Kabupaten Pulang Pisau selama tahun 2019 terdapat 10 perusahaan yang telah memiliki NIB yang berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau dan diluar data tersebut masih banyak perusahaan yang masih belum memiliki Nilai Induk Berusaha (NIB) serta belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), berdasarkan data realisasi Investasi selama Tahun 2019 yang dirilis BKPM RI, nilai realisasi Investasi di kabupaten Pulang Pisau sebesar Rp. 438,9 Miliar dengan hanya sekitar 7 perusahaan yang menyampaikan LKPM sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi ke perusahaan - perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau.

Pada Tahun 2019 capaian realisasi  investasi untuk Provinsi Kalimantan Tengah hanya mencapai Rp. 12, 8 Triliun atau sebesar 46,5% dari target Rp. 27, 61 Triliun pada tahun 2019, masih banyaknya perusahaan - perusahaan yang belum menyampaikan LKPM Online terutama disektor pertambangan dan kehutanan  serta adanya perusahaan yang telah memiliki izin namun belum terdapat  realisasi investasi di lapangan.

Pada kesempatan Supervisi ini disampaikan Pula untuk tahun 2020 target realisasi investasi untuk Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebesar Rp. 8,8 Triliun, target tersebut ditetapkan berdasarkan data proyek yang terintegrasi secara elektronik melalui  Online Single Submission (OSS).

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula.