17 Mar 2020

Kepala BKPM: 2020 Tetap Optimis

Dana Moneter Internasional/IMF menyebutkan bahwa pada tahun 2019 perekonomian global mengalami perlambatan. Perlambatan tersebut ditandai dengan penurunan pertumbuhan ekonomi global secara kumulatif, yaitu dari 3,6 persen ke 3,0 persen.

Namun demikian, untuk tahun 2020 IMF memproyeksikan perekonomian global tumbuh hingga 3,4 persen. Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan didukung oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang (4,6 persen) di tengah stagnasi ekonomi yang akan dialami oleh negara-negara maju. Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi global yang sedang diwarnai dengan ketegangan dan ketidakpastian.

Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM mencatat setidaknya enam isu global yang menyebabkan perlambatan ekonomi global, yaitu perang dagang antara Amerika Serikat/AS dan Republik Rakyat Tiongkok/RRT, konflik kawasan di Timur Tengah, penyebaran wabah virus corona, perlambatan ekonomi India, konflik antara Iran dan AS, serta demonstrasi di Hong Kong.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal keempat tahun 2019 tercatat di angka 4,97 persen. Angka ini merupakan tertinggi kedua di antara negara-negara anggota G-20, setelah Tiongkok. Produk Domestik Bruto/PDB turun ke angka 5,02 persen dari 5,17 persen pada tahun sebelumnya. Beberapa lembaga seperti OECD, World Bank, ADB, dan sebagainya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 di angka 5 persen – 5,2 persen.

Meskipun PDB Indonesia masih didominasi oleh sektor konsumsi, pemerintah tetap optimis dengan memasang target pertumbuhan sebesar 5,5 persen untuk tahun 2020. Optimisme tersebut didasari dari realisasi investasi tahun 2019 yang mencapai Rp809,6 triliun. Capaian tersebut melebihi target realisasi investasi tahun 2019, yaitu sebesar Rp792 triliun.   

BKPM menggelar Rapat Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah bagi Pemerataan Investasi di Jakarta, 19 Februari 2020. Rapat tersebut adalah rapat pendahuluan dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020. Rakornas Investasi sendiri dilaksanakan pada 20 Februari 2020 dengan mengangkat tema ‘Investasi untuk Indonesia Maju’. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Kalimantan Tengah Drs. Suhaemi, M.Si. menghadiri kedua rapat tersebut. (****)

 

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula.